1. Apa itu JustCOP?

Just Coalition for Our Planet atau sering disingkat JustCOP adalah koalisi masyarakat sipil di Indonesia yang terdiri dari berbagai organisasi lingkungan, keadilan iklim, hak masyarakat adat, dan kelompok rentan lainnya.

  • Mereka secara aktif memantau kebijakan iklim dan energi nasional, termasuk target emisi, bauran energi, dan transparansi proses kebijakan. 

  • JustCOP menekankan aspek keadilan iklim (“just”) — artinya transisi energi tidak hanya sekedar mengganti sumber energi, tetapi juga memastikan prosesnya adil bagi pekerja, masyarakat terdampak, dan generasi mendatang.

  • Sebagai contoh: Mereka mempertanyakan proses penyusunan dokumen kebijakan seperti Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang menurut mereka minim partisipasi publik. 

2. Konteks Energi Terbarukan dan Transisi Energi di Indonesia

Sebelum membahas kampanye JustCOP, penting memahami latar belakang sektor energi Indonesia:

  • Indonesia berkomitmen melalui kerangka seperti Paris Agreement dan kemitraan seperti Indonesia Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan menurunkan emisi. 

  • Namun, tantangan besar masih ada: sektor energi nasional masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, seperti batu bara. Misalnya, menurut JustCOP dan lembaga lainnya, bauran energi fosil masih diproyeksikan tinggi hingga 2030. 

  • Ada kritik bahwa target energi terbarukan yang ditetapkan pemerintah cenderung menurun atau belum cukup ambisius. 

3. Kampanye Utama JustCOP: Fokus, Tuntutan, dan Strategi

Fokus kampanye JustCOP meliputi:

  • Memastikan target pengurangan emisi nasional realistis dan selaras dengan tujuan global seperti menjaga kenaikan suhu maksimal 1,5 °C. 

  • Menuntut agar proses pengambilan kebijakan energi melibatkan publik dan komunitas yang terdampak—termasuk masyarakat adat, pekerja di sektor fosil, dan komunitas lokal.

  • Menyoroti bahwa transisi harus adil (just) — tidak hanya mengganti energi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

  • Menyerukan percepatan pengembangan energi terbarukan dan penghapusan ketergantungan pada batu bara serta energi fosil lainnya. 

Contoh tuntutan spesifik dari JustCOP:

  • Mereka menyoroti bahwa puncak emisi karbon Indonesia yang awalnya ditargetkan 2030, kini diprediksi mundur ke 2037, sebagai tanda bahwa kebijakan saat ini kurang ambisius. 

  • Kritik atas minimnya keterlibatan publik dalam penyusunan SNDC. 

Strategi kampanye yang digunakan:

  • Diskusi, konferensi dan workshop untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan komunitas terdampak.

  • Publikasi dan analisis kebijakan, untuk menunjukkan gap antara target dan realitas.

  • Mobilisasi masyarakat, termasuk demonstrasi atau advokasi terhadap lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan. 

4. Bagaimana Kampanye Ini Berhubungan dengan Energi Terbarukan

Karena salah satu bagian penting dari transisi energi adalah energi terbarukan, maka kampanye JustCOP secara langsung berkaitan dengan:

  • Meminta agar target energi baru terbarukan (EBT) ditetapkan lebih ambisius dan dijalankan dengan keadilan sosial.

  • Menyerukan agar masyarakat lokal ikut dilibatkan dalam proyek EBT—misalnya proyek surya atau angin berbasis komunitas—bukan hanya proyek besar yang mengabaikan hak masyarakat.

  • Menyoroti bahwa jika bauran energi fosil masih tinggi, maka pengembangan EBT akan sulit mencapai potensi penuh.

  • Mendukung upaya pendanaan dan investasi yang adil untuk EBT, bukan sekadar proyek besar yang malah memperkuat perusahaan besar dan mengabaikan masyarakat kecil. 

5. Mengapa Ini Penting untuk Indonesia

  • Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar (matahari, angin, panas bumi, hidro) — namun pemanfaatannya belum maksimal.

  • Transisi yang terlambat atau tidak adil bisa memperpanjang ketergantungan pada batu bara dan fosil, yang berdampak pada emisi, perubahan iklim, dan kesehatan masyarakat.

  • Dengan melibatkan komunitas lokal dan memastikan proses yang adil, maka transisi bisa lebih diterima, lebih cepat, dan lebih berkelanjutan.

  • Kampanye seperti yang dilakukan JustCOP membantu menjaga agar kebijakan publik tidak hanya “bersih di kertas” tapi juga dilaksanakan secara nyata dan adil.

6. Tantangan dan Hambatan

Beberapa tantangan yang dihadapi:

  • Kebijakan energi nasional yang masih memasukkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. 

  • Target energi terbarukan yang digeser atau kurang jelas. 

  • Keterbatasan pendanaan atau investasi yang memang memprioritaskan kecepatan dan skala besar, namun kurang memperhatikan aspek keadilan atau partisipasi masyarakat. 

  • Rendahnya partisipasi publik dalam kebijakan iklim dan energi, yang bisa membuat keputusan menjadi kurang mencerminkan kebutuhan masyarakat lokal.

7. Rangkuman & Panggilan untuk Aksi

Secara ringkas:

JustCOP berperan sebagai suara masyarakat sipil yang mengawasi dan mendorong terwujudnya transisi energi yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.
Energi terbarukan adalah salah satu aspek kunci dalam transisi tersebut — tapi tanpa kebijakan yang tepat, pendanaan yang memadai, dan keterlibatan masyarakat, potensi besar ini bisa sia‑sia.
Indonesia menghadapi periode kritis: bila transisi terlambat atau tidak adil, maka konsekuensinya bisa besar bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.

Untuk Anda sebagai pembaca atau pelaku kegiatan (organisasi, masyarakat lokal, bisnis, atau sektor event) bisa mengambil beberapa aksi nyata:

  • Mengedukasi diri dan komunitas tentang potensi energi terbarukan di wilayah masing‑masing dan bagaimana kebijakan mempengaruhi.

  • Meminta transparansi dalam proyek EBT lokal — siapa yang mendapat manfaat, siapa yang terdampak, bagaimana prosesnya.

  • Mendukung inisiatif lokal berbasis komunitas dalam EBT (misalnya panel surya komunitas, mikro‑hidro, dsb).

  • Menyuarakan pemangku kepentingan (termasuk pemerintah daerah) agar kebijakan energi daerah lebih ambisius dan inklusif.